Di hutan yang tenang ini, seekor singa sedang tertidur lelap di bawah pohon besar. Nafasnya teratur, menyatu dengan suara alam yang damai.
Si Tikus merayap perlahan, tertarik dengan kedamaian hutan yang baru saja dijelajahinya. Tanpa sengaja, ia menginjak kaki Si Singa yang sedang tidur.
Si Singa menggeram, menatap Si Tikus dengan mata tajam. "Beraninya kau mengganggu tidurku!"
"Maafkan aku, Tuan Singa," Si Tikus memohon. "Aku tidak bermaksud mengganggu. Tolong bebaskan aku, dan suatu saat nanti aku akan membalas kebaikanmu."
Si Singa ragu sejenak, kemudian melonggarkan cengkeramannya. "Pergilah, Tikus. Kuharap kau ingat janjimu," katanya dengan suara menggeram namun lembut.
Si Singa mengaum minta tolong. Si Tikus, mendengar suara tersebut, bergegas datang. Dengan gigi kecilnya, Si Tikus menggigit jaring hingga putus, membebaskan Si Singa.
"Kini kita impas, Tuan Singa," Si Tikus berkata dengan bangga.
















