Kirana dengan ceria menyiapkan peralatan memancingnya. Rambutnya yang dikepang dua melambai-lambai saat ia berlari ke halaman belakang. Brigita duduk di dekatnya, senyumnya yang murah membuat pipinya yang tembem tampak semakin menggemaskan. "Aku sudah tidak sabar untuk memancing, Kak Kirana!"
Kirana dan Brigita berjalan beriringan, kadang berhenti untuk mengamati serangga kecil atau bunga liar di sepanjang jalan. Tiba-tiba, seekor kelinci muncul dari semak-semak dan menyapa mereka dengan lompatan riang. Tak jauh dari situ, seekor beruang kecil mengintip dari balik pohon, tampak penasaran. "Lihat, Kak! Teman-teman baru kita!"
Kirana duduk di tepi sungai, melemparkan kailnya dengan penuh semangat. Brigita duduk di sebelahnya, tertawa saat melihat ikan kecil melompat di air. "Aku harap kita mendapat ikan besar hari ini!" kata Kirana sambil tersenyum lebar.
Dengan perasaan puas, Kirana dan Brigita berjalan pulang, masing-masing membawa beberapa ikan hasil tangkapan mereka. Angin sore yang sejuk mengiringi langkah mereka, sementara suara jangkrik mulai terdengar. "Hari ini sungguh menyenangkan, Kak Kirana," ujar Brigita dengan senyum lebar. Mereka berdua tahu, petualangan memancing ini adalah cerita yang akan mereka kenang selamanya.
















